Blessed Friday - 22/11/2013 ♥

22/11/2013 -Friday

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ....
(May the peace, mercy, and blessings of Allah be with you)....

Many of my friends and others wanted to know what is the reason of  'changes' i did. They keep wondering and blurry. Before i start to share my story with all, i would like to declare that i have no any intention at all to offend anyone this 0% racist because what I've wrote here are just based on religious post :)


There's always having vary between a Muslim & Non-Muslim friends whenever they have a new sister/brother that newly embrace through Islam. Only those who understand, they will know what is it taste like without asking. Grace? Pleasure? Blessing? Peace? etc...


Usually many people asking me these kind of question,

Bilakah saya mula rasa nak memeluk Islam? Macam mana ? Kenapa?
Yea, all this repeated questions.... i can't answer everyone by myself personally one by one. Mostly they have 1 main perception towards me,
Kahwin ke?Who is him? Why you suddenly convert??
Well, some people being bigotry. Sorry to say that. Its true. We can't see through what intention does people have in them internally. We shouldn't simply make assumption as we want without asking or understand their feeling. Accidentally, you're offend people's of how they feel.

I just want to declare, that i take this path is not for the sake of anyone, any guy or marriage and etc. Its a choice. What i want. My desire. My wish. For sake of Him. The true one, Him :)

I never ever thought of today, of anyone. Trust me.

Such a wonderful wisdom(hikmah) and guidance(hidayah) from Him. I'm glad that i chosen this path.

Hadapkanlah wajahmu dengan lurus dan betul kepada agama (Allah); (tetaplah atas) firman Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah Allah. (Itulah) Agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum:30)

"Religion' is a way of life. Our life have many way. We may have this way and that way. A way like Christian, Buddha, Hindu, Jews, Islam and so on. 

"Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberikan hikmah, sesungguhnya telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal."[Al-Baqarah :269] 
''Sesungguhnya agama di sisi ALLAH itu ialah Islam." [Ali-Imran:19]
So, which one do you choose? Or we follow our ancestor? 
ignore the typing error somewhere ..hehe. one of my FB pal sent me this
This is a screenshot from my inbox, a pal after knew that I'm converted.   
A person stayed in Islam for sake of Allah. While that can be change if we choose to stay in Islam too by any non-muslim. However, our origin race is something can't change! That only automatically follow from our ancestor. Aren't same like religion. If we stay as a disbeliever then we forever being a disbeliever. We are optional to choose. Want to be a believers or a disbeliever? :) 

Maybe some peoples thought of a naturally born in Islam family then they are Islam. I realized there's also some who turn into a disbeliever when they should follow what shouldn't be done. Just that mostly our peoples doesn't understand clearly between Islam and Malays. They confused and mixed it together. Islam consist of very races. Review the history and you will know.


On the 22 November 2013, Friday such a blessed and glorious morning, i went to JAIP (Taiping) for my converting affairs accompanied with my lovely foster family. Witnessed by foster family, the officer there itself and myself 3 times of pronouncement(lafaz) Syahadah.




After done pronouncement , they they raise their hand continue with Doa....i was relaxed, calm looking at each of them. Some tears drop down. I just smile looking at them. Grateful and blessed...happy where no words can describe how do i feel. Alhamdulillah. I feel touched to see their tears of joy :) i don't have any droplets of tears at that moment yet i felt that time is most calm. i don't know why.
Hereby i attach along some screenshot from my fellow friends too ♥



1



2


3
4
5
6
7
8
Jika Allah hadirkan seseorang yang membuatmu menangis, itu bererti Allah hendak mendidik kita untuk bersyukur terhadap orang yang membuat kita tertawa bahagia....
i'm touched when saw them having tears(even males) and hugs for me (girls only). I love them so much. This kind of ukhwah bond was warmth. I appreciate they all very much. Countless thanks to my foster family who helped a lot, may Allah repay to you all ♥ 


SubhanAllah...
♥♥
Thanks to Almighty for sending them in my life. ♥♥
Alhamdulillah~

....hard times, bad times, or tough times, we still have faith in Him. 

I am a Muslim, Islam is perfect, but i am not, but if i make mistake, blame it on me, not my religion..
In shaa Allah i will be a good one :) ...AMIN~







The point is why I chosen Islam?

1. Firstly, I learn about the history & civilization of Islam. (its some kind of topics you may also finds in upper secondary school history books basically; and yes, I not only learn and getting to know from there since I was in Form 5 {2010} but I'm more curious to know much more about it. My curiosity level have pushed me to search more about it till the day before I am ready to revert into a Muslim between year 2010 to 2013). The 'clash' or encounters that happened when I started to know about the history & civilization from there, it seems to 'awaken' or enlighten me from the path I was living. 

In my opinion, most of peoples(non-Muslims usually fascinate towards Islam through its history and civilization rather than some Muslims who tell or notify them about the beauty of Islam itself such as Quran or Hadith because history are easy to understand. What I mean here was about da'wah, a indirectly da'wah which occurs to drawn others non-Muslim into Islam throughout introduction of history.

2. I always saw about those Quran or Hadith words. All the verse or sentence was truly agreed. I'm started to impressed. Nothing else are more impressive than all this.

3. I see the way of life based on Islam which was practice by Muslims. Their acts of worship.

... Above this are the reason why I've enlighten my heart return to fitrah :)

... Part of my 'emptiness' in searching the way of life, its occupied now. Islam.


Thanks for reading!
Wa'laikummusalam Warahmatullahi Wabarakatuh. :)

Apakah Maksud 'Islam Itu Mudah' ?

25/11/2013 - Sunday

Pernah saya terbaca perbualan berkenaan pandangan mudahnya agama dalam kehidupan manusia. Ada yang menyatakan kita tidak boleh berlebihan dalam amalan tidak kurang juga ada yang mempertikaikan jika agama itu mudah mengapa kita perlu buat ibadat itu dan ini? Adapun hakikat sifat Islam itu pada asasnya memudahkan. Bagaimana?

Penjelasan Hadith
Sifat mudahnya islam ini berkait dengan sebuah hadis[i]:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya agama itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agama melainkan ia akan dikalahkan. Oleh kerana itu kerjakanlah dalam kadar semestinya, atau mendekati dengan kadar semestinya dan bergembiralah (dengan pahala Allah) dan mohonlah pertolongan di waktu pagi, petang dan sebahagaian malam” (HR Bukhari no.39)

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
Inilah karakter sebenar islam sebagai satu-satunya agama yang diredhai oleh Allah yang diturunkan dalam keadaan yang sempurna kepada umat akhir zaman.
Ada dua pandangan mengenai mudahnya islam dalam kehidupan manusia:
i.    Mudahnya Islam dalam rangka perbandingan dengan agama lain
Perkara ini mungkin ramai dalam kalangan kita terlepas pandang kerana jika benar-benar meniliti sesuatu agama selain islam seperti yahudi dan kristian kita akan dapati mereka yang berpegang teguh dengan agama mereka sebenarnya lebih sukar berbanding islam.
Contohnya[ii] dalam agama yahudi seorang perempuan yang haid itu tidak boleh digauli oleh suaminya selama dia haid dan tujuh hari selepasnya. Jika dia melanggari perkara tersebut maka akan ditambah bilangan hari seterusnya. Dalam masa yang pasangan tidak dibenarkan berkedudukan sekali. Dalam islam pula perempuan yang haid juga tidak boleh digauli. Namun apabila perempuan itu bersuci maka larangan itu terbatal.
Satu contoh. Selainnya kaum yahudi tidak boleh kahwin dengan selain mereka bahkan ada beberapa kumpulan mazhab dalam yahudi tidak membenarkan kahwin dengan mazhab yang lain. Mungkin ini sekadar suatu contoh umum yang boleh dipertikaikan dengan mengatakan kita perlu lihat pada keseluruhan agama itu sepertimana Islam perlu dilihat dari segenap sudut hukum untuk menzahirkan pada manusia keadilan islam meski islam itu hakikatnya membawa keadilan.
Saya cuba bersikap adil dalam membawa perbahasan ini yang mana meski hanya satu contoh yang saya bawakan berkenaan agama yang tertentu, namun perlu kita ketahui bahawa agama itu datang bersesuaian dengan fitrah manusia. Meski bukan segenap sudut agama selain islam yang saya bawakan, tetapi contoh konkrit ini sudahpun tergambar dalam kotak pemikiran kita bahawa ia melanggar fitrah manusia yang Allah cipta.
Begitu jugalah dengan agama seperti kristian tidak membenarkan paderi berkahwin, agama hindu tidak membenarkan makan daging lembu dan sebagainya. Maka wajah keadilan dan mudahnya islam itu akan terpampar jika adakan perbandingan dengan agama selainnya.
ii.  Mudahnya islam dalam konteks kandungan islam itu sendiri
Pada dasarnya, Islam agama yang mudah kerana ia diturunkan oleh Allah s.w.t yang menciptakan manusia dan alam keseluruhannya. Dek kerana itu, Dia tahu apa yang termampu bagi seseorang manusia itu dalam menghadapi urusan kehidupannya dan tidak akan pernah menzalimi dengan perkara yang membebankan insan.
Allah berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah:286)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”. (Al-Hajj:78)

Salah faham dan kekeliruan
Dalam membahaskan bahawa islam itu mudah dalam erti kata kandungannya sendiri ramai dalam kalangan manusia mungkin terkeliru. Contoh dalam hal ibadah khususnya yang menjadi isu hangat dalam kalangan kita berkenaan dengan menutup aurat terutama bagi wanita.
Mengapa seorang wanita perlu memakai tudung dan menutup seluruh tubuh badan kecuali muka dan tapak tangan?
Atau seorang lelaki tidak boleh berseluar pendek ketika bersukan? Bukankah itu menyusahkan?
Seperti yang saya sebutkan sebelum ini, islam itu meski hakikatnya ia adalah adil dan memudahkan, namun bagi manusia yang lemah ini perlu kita melihat kepada islam itu secara keseluruhan.
Bukankah dengan menutup aurat bagi wanita kecuali apa yang dibenarkan zahir padanya itu boleh mengelakkan berlakunya fitnah hingga terjadi perkara yang bukan-bukan bagi seseorang wanita?
Bukankah lebih selamat bagi seorang lelaki berpakaian sempurna untuk mengelakkan kecederaan terus pada bahagian tubuh badannya?
Mungkin ini satu penilaian akal. Namun pada akarnya, manusia dituntut untuk memahami islam itu dalam rangka pengabdian iaitu dengan menurut segala perintah Allah tanpa ada pertikaian. Adapun jika penemuan sains atau bertepatan dengan pandangan manusia ia adalah sesuatu yang tidak dinafikan kewujudannya.
Dalam ibadah-ibadah lain juga memudahkan seperti puasa, zakat, haji bagi mereka yang termampu dan dikecualikan mereka yang tidak cukup syarat-syarat yang telah digariskan. Menyentuh sedikit bab aqidah islam itu adalah agama fitrah yang mana jika seorang itu tidak berkemampuan menemukan Allah dalam pembelajaran disebabkan faktor tempat tinggal dan lain-lain, tetapi dia masih boleh mencari Allah dalam penciptaannya seperti kisah Ibn Tufail.

Jangan susahkan!
وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ
Tidaklah seseorang yang mempersulitkan(berlebih-lebihan) dalam agma melainkan ia dikalahkan.
Potongan daripada hadis ini ialah siapa yang menentang atau mendahului islam dengan perkara yang berlebihan maka ia akan dikalahkan kerana islam itu kuat dan tinggi dan tiada lebih tinggi darinya. Dengan erti kata lain, seseorang itu tidak akan mampu menjalankan perintah agama dengan sempurna meski dia merasakan banyak dalam amalan selain mudah future(rebah) di tengah jalan.
Misalnya seperti kisah yang dirawayatkan dalam Bukhari dan Muslim  berkenaan tiga orang yang bertanya kepada Aisyah r.a berkenaan amalan Rasulullah s.a.w. Lalu mereka menyimpulkan untuk berusaha lebih beramal daripada Rasulullah kerana baginda telahpun diampunkan dosa sedangkan mereka penuh noda.
Orang yang pertama bertekad untuk berpuasa setiap hari tanpa berkecuali. Yang keduanya ingin berqiamullail sepanjang malam dan yang ketiga membujang buat selamanya. Nabi s.a.w yang mengetahui perkara ini bertemu mereka dan menyatakan kepada setiap daripada mereka bahawa puasa yang terbaik adalah puasa nabi Daud (puasa sehari buka sehari), begitu juga baginda melakukan qiam namun ada masa istirahat dan baginda juga berkahwin.

Besederhana dan bergembiralah…
فَسَدِّدُوا 
Yakni mengamalkan Islam itu sebagaimana kadarnya, dengan baik dan benar, tanpa berlebihan dan tanpa menguranginya.
وَقَارِبُوا 
atau mendekati semestinya
Jika tidak mampu, berusahalah mendekati atau cuba sekadar kemampuan dengan senantiasa berusaha mendekati kesempurnaan sebagaimana yang telah ditunjukkan Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan hadis.
وَأَبْشِرُوا
dan bergembiralah (dengan ganjaran Allah s.w.t)
Bergembiralah, karena dengan mengamalkan Islam sebagaimana adanya itu manusia akan mendapatkan ganjaran dari sisi-Nya. Tambahan pula, amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun ia sedikit. Ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan perintah Allah tanpa kesengajaan tidaklah mengurangi pahalanya, dan sederhana dalam sunnah itu lebih baik daripada banyak amalan tetapi bertentangan dengan syariat.
وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

dan mohonlah pertolongan di waktu pagi, petang dan sebagian malam
Al-Ghadwah (الْغَدْوَةِ) artinya permulaan siang(pagi). Ar-Rauhah (الرَّوْحَة) artinya setelah terbenamnya matahari. Ad-Duljah (الدُّلْجَةِ) artinya akhir malam.
Ketiga-tiga kosa kata ini membawa maksud mintalah pertolongan kepada Allah SWT dengan beribadah secara khusus dengan ibadah solat dan sunat yang lain yang ada dalam syariat pada waktu-waktu yang telah berkenaan. Namun hakikat hidup manusia itu keseluruhannya adalah ibadah. Justeru, jika kita memandang lebih jauh manusia hanya ada siang dan malam, maka pada setiap waktu sebenarnya patut kita meminta. Mintalah pertolongan kepada Allah dalam segala hal, baik urusan dunia lebih lagi urusan akhirat, khususnya dalam bab ini agar diisitiqamahkan dalam menjalankan Islam yang mudah, yang bertepatan dengan sunnah tanpa berlebih-lebihan sekaligus tanpa pengurangan.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa hadis ini mempunya kaitani yang tersendiri dengan hadis-hadis sebelumnyayang mana hadis-hadissebelumnya menunjukkan bahwa solat, puasa dan jihad merupakan bahagian dari iman dan memiliki keutamaan besar, hadis ini mengingatkan agar dalam menjalankan ketiganya kita tetap berada dalam naungan sunnah baginda, sesuai dengan karakter Islam yang mudah. Tidak mempersulit diri dan berlebih-lebihan.

Kesimpulan
Akhir sekali. Islam itu mudah bukan dengan tinggal perkara yang telah disuruh kepada manusia tunaikan kerana kebanyakan perkara di atas dunia ini perlukan bayaran. Maka, bayaran untuk syurga itu terlebihlah mahalnya untuk kita menganggap mudah akan agama (dalam erti kata berehat-rehat) bagi mencapai nikmat di akhir sana.
Adapun sifat mudah islam itu bukan suatu perkara yang asing tetapi perlu difahami secara jelas dan dilihat dalam skop islam secara keseluruhan yang mana terkesan dalam kehidupan insan.

[i]  Fathul Bari Syarah Sahih Al-Bukhari, Al-Hafiz Ibn Hajar
[ii]  Muqaranatul Adyan  Dr Muhammad Ahmad Khatib
sumber : 
http://langitilahi.com/11859